Manfaat Mengkunsumsi Kopi Bagi Kesehatan
1. Kopi dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2
Banyak hasil penelitian yang telah menunjukkan bahwa, bagi peminum
kopi tanpa gula, semakin sedikit kemungkinan akan mengembangkan
diabetes tipe 2. Menurut sebuah hasil penelitian, wanita menopause
yang minum setidaknya 4 cangkir kopi sehari memiliki risiko kurang
dari setengah untuk mengembangkan diabetes tipe 2.
Bahkan, setiap cangkir tambahan diperkirakan mengurangi risiko
diabetes tipe 2 sebesar 7 persen. Penelitian tersebut telah dilakukan
oleh peneliti Australia di tahun 2009 dan telah diterbitkan dalam
Archives of Internal Medicine. Kopi diduga meningkatkan toleransi
tubuh terhadap glukosa dengan mempercepat metabolisme dan
meningkatkan toleransi insulin.
Konsumsi kopi meningkatkan kadar protein yang disebut hormon seks
pengikat globulin (SHBG), yang tampaknya menawarkan perlindungan
terhadap diabetes tipe 2 pada orang yang memiliki jenis tertentu dari
mutasi genetik.
2. Kopi dapat melawan sel kanker
Telah ada bukti bahwa kopi dapat melindungi terhadap kanker
tertentu, mungkin dengan meningkatkan perbaikan DNA. Beberapa studi
telah menemukan hubungan terbalik antara konsumsi kopi dan risiko
kanker hati.
Peneliti menemukan manfaat yang sama dari minum kopi dibandingkan
bentuk lain dalam pencegahan kanker. Pada tahun 2011, tim Harvard
menemukan bahwa perempuan yang minum beberapa cangkir kopi sehari
memiliki risiko lebih rendah terkena kanker endometrium.
Studi lain pada tahun 2011 di Harvard melaporkan bahwa, untuk pria
yang mengkonsumsi 6 cangkir kopi sehari, risiko kanker prostat
mematikan sepenuhnya 60 persen lebih rendah, dan risiko dari setiap
jenis kanker prostat adalah 20 persen lebih rendah.
Penelitian lain telah mengaitkan minum kopi dengan penurunan
risiko kanker usus besar, kanker dubur, kanker mulut dan kanker
kerongkongan. Kopi mengandung ratusan senyawa kimia, diantaranya
senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menurunkan penanda
untuk proses kerusakan peradangan.
Senyawa antioksidan yang sangat aktif, misalnya methylpyridinium,
ditemukan hampir secara eksklusif dalam kopi, karena proses
pemanggangan biji kopi. Espresso memiliki 2-3 kali jumlah senyawa
antikanker.
3. Kopi dapat menurunkan risiko demensia (pikun)
Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan
perubahan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Tetapi para
ilmuwan belajar lebih banyak tentang faktor risiko demensia dan
kebiasaan minum kopi hangat tampaknya dapat menurunkan risiko.
Orang yang mengonsumsi 3-5 cangkir kopi sehari 65 persen lebih
rendah untuk mengembangkan demensia. Para peneliti percaya sifat
antioksidan dari kopi dapat bekerja untuk mengurangi bentuk demensia
vaskular. Minum kopi sudah dikenal melindungi terhadap diabetes tipe
2, penyakit kronis yang meningkatkan risiko demensia.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat
meningkatkan efisiensi penghalang darah otak, menggagalkan efek
negatif dari kolesterol tinggi pada fungsi kognitif. Ada juga
kemungkinan bahwa peminum kopi hanya memiliki lebih banyak energi dan
bergerak lebih. Peneliti menunjukkan bahwa olahraga juga merupakan
pelindung terhadap demensia.
4. Kopi melindungi dari penyakit Parkinson
Setidaknya untuk pria, tampaknya cukup jelas bahwa kopi membantu menurunkan kemungkinan berkembangnya penyakit Parkinson. Dibandingkan
dengan abstain, orang-orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi
berkafein sehari memiliki risiko 25 persen lebih rendah dari
Parkinson.
Para peneliti tidak yakin mengenai mekanisme pelindung tersebut,
atau bahkan apakah senyawa kafein cukup bermanfaat sebagai pelindung.
Faktor genetika mungkin juga memainkan peran. Sebuah hasil studi
menemukan bahwa, subyek yang melakukan beberapa jenis gen yang
disebut GRIN2A menerima manfaat dari kopi pada saraf yang melawan
Parkinson.
5. Kopi dapat menurunkan risiko depresi
Menurut sebuah hasil studi dengan mengonsumsi kopi dapat
menurunkan risiko depresi. Para peneliti dari Harvard School of
Public Health melaporkan bahwa, orang yang minum 4 cangkir kopi atau
lebih per hari memiliki risiko 20 persen lebih rendah mengalami
depresi. Orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir sehari memiliki risiko
sekitar 15 persen lebih rendah.
Ada juga beberapa bukti bahwa kopi melindungi terhadap depresi
pada pria. Minum kopi dapat menyebabkan peningkatan jangka pendek
untuk energi dan suasana hati. Kafein dalam kopi mungkin adalah zat
yang menyebabkan efek tersebut. Para peneliti Harvard melihat
penurunan serupa dalam depresi di antara orang yang minum minuman
ringan berkafein.
Reseptor otak yang bereaksi terhadap kafein ditemukan di basal
ganglia. Basal ganglia merupakan bagian otak dimana neurotransmitter
penting untuk depresi terkonsentrasi. Stimulasi reseptor secara
berulang dapat membantu melindungi terhadap perkembangan depresi.

benarkah kopi dapat digunakan sebagai alternatiop pengobatan ?
BalasHapus